Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Jumat sore waktu setempat, untuk mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Kedatangan Gibran disambut meriah dengan tarian tradisional Pantsula dan sambutan hangat dari diaspora Indonesia setempat.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir 11 jam dari Jakarta, Gibran mendarat di Bandara Internasional O.R. Tambo sekitar pukul 15.15 waktu Johannesburg. Sesaat setelah turun dari pesawat, ia disambut langsung oleh Menteri Listrik dan Energi Afrika Selatan, Kgosientsho Ramokgopa, bersama Duta Besar Indonesia untuk Afsel Saud Purwanto Krisnawan, dan Atase Pertahanan Kolonel (Mar) Guntur Almasyih.
Rombongan kemudian melewati pasukan jajar kehormatan dan menyaksikan penampilan tarian Pantsula yang dibawakan oleh beberapa pemuda mengenakan kemeja kotak-kotak dan topi kuning khas. Penampilan ini menjadi sambutan budaya yang penuh semangat dan menjadi momen yang menyenangkan bagi Gibran dan rombongan.
Sesampainya di Saxon Hotel, tempat Gibran menginap, ia disambut hangat oleh puluhan diaspora Indonesia yang mengiringinya dengan lagu 'Rayuan Pulau Kelapa'. Suasana haru muncul saat lagu kebangsaan Indonesia dinyanyikan bersama-sama oleh warga negara Indonesia yang tinggal di Afrika Selatan. Di momen tersebut, sepasang anak dari diaspora memberikan buket bunga jenis King Protea, bunga nasional Afrika Selatan, sebagai simbol penghormatan.
Dalam kesempatan itu, Gibran menyempatkan diri untuk foto bersama dan secara pribadi mengucapkan terima kasih atas sambutan luar biasa dari para diaspora. "Terima kasih, terima kasih," ujarnya sambil menyalami para warga Indonesia di sana.
Kedatangan Gibran sebagai perwakilan Presiden Prabowo karena jadwal KTT G20 bertepatan dengan beberapa agenda penting Presiden di dalam negeri. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa wakil presiden akan menyampaikan pidato dan mewakili posisi Indonesia dalam berbagai isu global prioritas di KTT yang diselenggarakan di Johannesburg Expo Centre pada 22-23 November 2025 tersebut.
Selain menghadiri KTT, Gibran juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan pemimpin negara sahabat guna menyampaikan pesan dari Presiden. Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Lodewijk F Paulus bertindak sebagai utusan khusus Presiden untuk menyerahkan surat permohonan tidak hadir kepada Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.
Kehadiran Gibran di Afrika Selatan tidak hanya sebagai perwakilan pemerintah, tetapi juga menunjukkan eratnya hubungan antara Indonesia dan diaspora yang berada jauh dari tanah air. Sambutan hangat dan momen kebersamaan tersebut menjadi bukti soliditas dan kecintaan warga Indonesia di luar negeri terhadap negara dan pemimpinnya.









