Israel Klaim 13 Anggota Hamas Tewas dalam Serangan Presisi di Kamp Pengungsi Lebanon

Permalink 6 months ago 80

Foto: news.detik.com

Jakarta – Militer Israel mengumumkan telah menewaskan 13 anggota Hamas dalam serangan udara yang menargetkan kompleks pelatihan kelompok itu di Lebanon selatan. Operasi ini dilakukan di kawasan kamp pengungsi Ain al-Helweh, yang merupakan kamp pengungsian Palestina terbesar di Lebanon, tepatnya di pinggiran kota Sidon.

Serangan yang berlangsung pada Selasa (18/11) waktu setempat, menurut militer Israel, membidik lokasi pelatihan militan Hamas. Salah satu korban yang disebutkan adalah Jawad Sidawi, yang dituduh militer Israel terlibat dalam pelatihan teroris untuk melancarkan serangan dari Lebanon.

Dalam pernyataannya, militer Israel menegaskan, "13 teroris Hamas tewas dalam serangan presisi IDF yang menargetkan kompleks pelatihan organisasi tersebut di Lebanon selatan." Mereka menambahkan bahwa operasi akan terus dilakukan di wilayah manapun Hamas beroperasi.

Namun, Hamas membantah tuduhan tersebut. Dalam surat pernyataan yang dirilis Kamis (19/11), disertai foto-foto 13 pria muda, Hamas menyebut serangan itu sebagai "pembantaian mengerikan" yang menewaskan sejumlah warga sipil tak berdosa yang mereka sebut sebagai martir.

Kelompok militan ini menyatakan bahwa mereka tidak memiliki fasilitas militer di kamp pengungsi, dan mengecam klaim Israel sebagai "kebohongan." Hamas juga menolak video yang dirilis militer Israel yang menunjukkan gedung yang diserang. Menurut Hamas, sasaran sebenarnya adalah sebuah lapangan olahraga terbuka di mana sekelompok anak laki-laki sedang berkumpul saat serangan terjadi.

Kondisi Ain al-Helweh yang sangat padat, membuat serangan semacam ini berpotensi menimbulkan korban sipil yang besar, sehingga menambah ketegangan di wilayah yang sudah sarat konflik tersebut.

Meski ada gencatan senjata yang disepakati pada November tahun lalu untuk mengakhiri permusuhan antara Israel dengan sekutu Hamas, Hizbullah, militer Israel masih melanjutkan serangannya di wilayah Lebanon.

Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya upaya perdamaian di kawasan tersebut dan risiko meluasnya konflik yang dapat berdampak kepada warga sipil yang tidak bersalah.

(Sumber: AFP, laporan militer Israel, pernyataan Hamas)