Trump Ungkap Kekecewaan karena Xi Jinping Tak Sebut AS dalam Parade Militer China

Permalink 9 months ago 84

Foto: news.detik.com

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan komentarnya terkait parade militer yang berlangsung di China. Ia mengatakan acara tersebut sangat mengesankan dan indah, namun menyesalkan absennya penyebutan AS dalam pidato Presiden China Xi Jinping.

"Saya menonton pidato tadi malam. Presiden Xi adalah teman saya, tetapi saya pikir Amerika Serikat seharusnya disebutkan tadi malam dalam pidato itu, karena kami sangat, sangat membantu China," ujar Trump kepada wartawan, seperti yang dilaporkan Reuters pada Kamis (4/9/2025).

Dalam pidatonya, Xi Jinping mengungkapkan rasa terima kasih kepada "pemerintah asing dan sahabat internasional yang mendukung dan membantu rakyat China" selama sejarah perjuangan negara tersebut. Meski demikian, ia tidak secara spesifik menyebut peran Amerika Serikat dalam Perang Dunia II, padahal AS dikenal ikut serta membantu China melawan Jepang pada masa itu.

Hubungan antara AS dan China tengah mengalami ketegangan di berbagai isu, termasuk keamanan di kawasan Laut Cina Selatan, serta perdebatan soal kesepakatan perdagangan dan tarif impor. Namun, Trump berulang kali menyatakan bahwa hubungannya secara personal dengan Xi Jinping cukup baik dan berharap hal itu dapat membawa kedua negara maju ke arah yang lebih positif.

Selain itu, dalam unggahan di platform Truth Social saat parade dimulai, Trump sempat menyampaikan pesan diplomatik yang terbilang menantang dengan menyapa Xi dan menyebut nama Vladimir Putin serta Kim Jong Un sebagai "berkonspirasi melawan Amerika Serikat." Kremlin merespons dengan menolak tudingan tersebut dan justru menganggap pernyataan Trump itu ironi.

Trump juga mengonfirmasi bahwa pertemuan dengan Xi Jinping akan segera dilangsungkan, menandai kemungkinan interaksi lebih lanjut antara kedua pemimpin di tengah situasi global yang penuh dinamika.

Parade militer yang digelar oleh China merupakan bentuk perayaan dan penegasan kekuatan nasional, sekaligus mengingatkan pada sejarah panjang bangsa tersebut terutama selama Perang Dunia II, yang digambarkan oleh Xi sebagai bagian dari perjalanan besar bangsa China menuju kebangkitan.

Meski situasi politik dan hubungan bilateral sedang sulit, dialog dan komunikasi antara AS dan China tetap menjadi perhatian dunia sebagai kunci stabilitas dan kerjasama global.