Pada konferensi pers di Gedung Putih, Rabu (3/9/2025), Trump menyebut rumor tersebut sebagai "fake news" atau berita palsu. Ia mengungkapkan rasa herannya atas kabar yang beredar, bahkan sempat disindir oleh seorang reporter Fox News, Peter Doocy, dengan nada bercanda tentang rumor kematiannya. "Saya tidak melihatnya," jawab Trump singkat menepis isu itu.
Ketidakhadiran Trump dalam beberapa hari sebelumnya tanpa konferensi pers nyata memang memicu kekhawatiran publik, terutama mengingat usianya yang sudah 79 tahun. Ditambah lagi, foto-foto terbaru menunjukkan tangan Trump memar dan pergelangan kaki yang bengkak, sehingga mencuat berbagai spekulasi terkait kesehatannya.
Namun, Gedung Putih sudah memberikan penjelasan resmi pada Juli lalu. Warna tangan yang berubah disebut sebagai "iritasi jaringan akibat sering berjabat tangan" dan penggunaan aspirin rutin sebagai bagian dari perawatan kardiovaskular. Sementara pembengkakan kaki dijelaskan karena insufisiensi pembuluh vena kronis, kondisi umum yang menyebabkan pembuluh darah kaki tidak efektif menjaga peredaran darah.
Dokter kepresidenan, Sean Barbabella, bahkan menegaskan bahwa Trump "tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik" meski menghadapi masalah tersebut.
Sejak lama, Trump memang sering memamerkan kondisi fisik dan energinya yang prima. Pemerintah AS pun pernah mempublikasikan gambar yang menggambarkan Presiden sebagai "Superman", menggambarkan ketangguhannya.
Meski rumor liar kerap muncul, Trump tetap aktif dan menolak semua tudingan negatif terkait kesehatannya.
(whn/isa)









