Tanggul Baswedan Jebol Lagi, Warga Jati Padang Terendam Banjir Lebih Parah

Permalink 7 months ago 68

Foto: news.detik.com

Jakarta – Tanggul Baswedan di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan kembali jebol. Kejadian ini menyebabkan banjir merendam setidaknya 10 RT dan memaksa warga membersihkan rumah serta menanggung kerusakan properti akibat luapan air.

Banjir yang masih menyisakan genangan di beberapa titik di Jakarta Selatan ini terjadi sejak malam Kamis (30/10). Salah satu penyebab utama disebutkan adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali PHB yang menekan tanggul hingga pecah.

1. Air Meluap ke Permukiman Warga

Pantauan di lokasi Jumat pagi (31/10) menunjukkan sisa tanggul yang jebol masih ada di samping Musala Sabili. Dengan rusaknya tanggul tersebut, air sungai mengalir deras langsung ke kawasan rumah warga sehingga jalan setempat tertutup oleh material tanggul yang ambruk.

Tanggul Baswedan ini dipasang pada 2017 dan sebelumnya juga sempat jebol pada Juli 2025, hanya saja titiknya berbeda dengan yang terjadi sekarang.

2. Dampak Banjir terhadap Warga

Ketua RW 06, Abdul Kohar, menyampaikan bahwa dari 15 RT di Jati Padang, ada 10 RT yang terdampak banjir. RT 03 menjadi yang paling parah dengan sekitar 300 kepala keluarga terendam.

Akibat kejadian ini, dua rumah mengalami kerusakan tembok, yaitu milik Pak Edi di RT 03 dan Pak Hasan di RT 04. Abdul Kohar berharap pemerintah segera turun menangani masalah ini dan berterima kasih karena tidak ada korban jiwa.

3. Nama Tanggul dan Perannya bagi Warga

Nama Tanggul Baswedan sendiri berasal dari keakraban warga yang mengaitkannya dengan Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, yang saat pembangunan tanggul sangat memperhatikan lingkungan tersebut.

Tanggul ini sangat vital mengingat permukaan air sungai lebih tinggi dari tanah permukiman, sehingga tanggul berperan besar menahan banjir.

4. Kerusakan di Rumah Warga

Yuni, warga RT 3 RW 6, mengalami dinding rumahnya bolong setinggi sekitar satu meter akibat tekanan air. Anak Yuni, Naza (15), mengisahkan air berhasil menerobos tembok belakang rumah karena dorongan air yang sangat kuat sekitar pukul 18.00 WIB.

5. Air Melimpah seperti Tsunami

Supri, warga lain di RT 3 RW 6, bahkan menggambarkan situasi banjir seperti tsunami. Ia dan keluarga merasa ketakutan karena air masuk ke rumah mencapai setinggi satu meter, padahal rumahnya termasuk yang paling tinggi di lingkungan itu.

Peristiwa jebolnya tanggul ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat hujan deras disertai angin kencang.

6. Kerugian dan Kesulitan Akibat Banjir

Supri menyebut banyak barang elektroniknya rusak, seperti TV, kipas angin, dan dua PlayStation 3. Sementara tetangganya, Adi, mengatakan banjir kali ini jauh lebih parah dibanding Juli lalu, dengan genangan mencapai 1,5 meter.

Mereka berharap agar pemerintah segera melakukan penanganan supaya aktivitas sehari-hari bisa kembali normal.

7. Respons Pemerintah dan Tindakan Darurat

Petugas Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Pasar Minggu langsung memasang tanggul darurat dari karung berisi pasir untuk menahan air agar tidak makin meluas. Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Pasar Minggu, Rosi Surya Indah, menjelaskan jebolnya tanggul disebabkan tekanan air yang tinggi di saluran PHB Pulo karena curah hujan ekstrim.

Rencana perbaikan permanen telah disusun dengan bahan batu kali dan beton agar struktur tanggul tahan terhadap tekanan air yang besar, dan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan.

8. Instruksi Perbaikan dari Gubernur

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memerintahkan Dinas SDA dan Bina Marga untuk segera memperbaiki semua tanggul yang rusak akibat hujan deras, termasuk di sekitar Kemang Village dan Kem Chicks.

"Semua tanggul yang jebol saya sudah minta kepada Sumber Daya Air dan Bina Marga untuk segera dilakukan perbaikan," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (31/10).

Upaya cepat ini penting agar banjir dapat dikendalikan dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Reporter: rdp/rdp