RS Kapal PIS dan doctorSHARE Layani Ribuan Pasien di Pelosok Raja Ampat

Permalink 9 months ago 81

Foto: news.detik.com

Jakarta – PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) sukses menjalankan misi kemanusiaan lewat layanan kesehatan terapung yang dihadirkan oleh Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II di wilayah Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Program yang berlangsung dari 10 Juni hingga 8 Agustus 2025 ini berhasil melayani sebanyak 4.099 pasien dan penerima manfaat.

Pelayanan yang masuk dalam program BerSEAnergi untuk Laut guna menjangkau masyarakat di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) ini menyasar sembilan desa dan kelurahan di Distrik Waigeo Utara serta beberapa kawasan di Raja Ampat. Program ini menunjukkan komitmen PIS sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero) untuk memberikan akses layanan kesehatan yang sebelumnya sulit dijangkau.

"Misi kemanusiaan PIS bersama doctorSHARE ini berhasil memenuhi tujuan kami dalam menyediakan akses layanan kesehatan gratis yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Layanan kesehatan terapung RSK Nusa Waluya II ini juga sejalan dengan identitas PIS yang berkomitmen memajukan industri maritim di Tanah Air," ungkap Corporate Secretary PIS, Muhammad Baron.

RS Kapal Nusa Waluya II dilengkapi fasilitas medis lengkap, seperti poli umum, poli spesialis, poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak, hingga ruang IGD, bersalin, laboratorium, USG, EKG, pemeriksaan rontgen, dan bank darah. Sepanjang program, layanan poli berhasil melayani 2.903 pasien, sementara 1.106 penerima manfaat lainnya mendapat edukasi dalam kegiatan promosi kesehatan.

Sebanyak 31 tenaga medis didukung oleh 14 relawan spesialis dari berbagai bidang, mulai dari bedah, anestesi, kandungan, hingga penyakit dalam, mengawal pelayanan ini. Ketua Yayasan Dokter Peduli, Tutuk Utomo, menyampaikan bahwa dukungan PIS sangat krusial untuk menyelesaikan tantangan pelayanan di wilayah yang terpencil tersebut.

"Dukungan yang PIS berikan terhadap program ini memungkinkan kami merampungkan pelayanan kesehatan yang menantang di Waigeo Utara, Raja Ampat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus direplikasi tidak hanya oleh PIS, tapi juga entitas lain di Indonesia sehingga memperkuat akses layanan kesehatan di wilayah 3T," kata Tutuk Utomo.

Kondisi geografis Raja Ampat menimbulkan kendala tersendiri, seperti sulitnya akses rujukan medis darurat karena perjalanan laut yang lama, cuaca yang menghambat kapal bersandar, dan pengoperasian alat medis di kapal. Meski demikian, program ini berjalan dengan baik dan mendukung prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Baron menambahkan, "Pencapaian layanan kesehatan bersama doctorSHARE melalui RSK Nusa Waluya II merupakan contoh bagaimana PIS terus berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir dan kepulauan yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Kami akan terus berupaya berkontribusi positif melalui program BerSEAnergi untuk Laut di masa mendatang."