Jakarta – Meski gencatan senjata sudah berjalan lebih dari seminggu, tindakan Israel di Palestina khususnya di wilayah Yerusalem masih menimbulkan kekhawatiran. Terbaru, penggalian terowongan bawah tanah oleh pihak Israel di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa dinilai berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada bangunan bersejarah tersebut.
Marouf al-Rifai, penasihat Kantor Gubernur Yerusalem, berbicara kepada kantor berita Palestina WAFA pada Kamis (23/10/2025) dan memperingatkan risiko dari aktivitas penggalian ini. Ia menegaskan, proses penggalian itu dilakukan tanpa kajian ilmiah yang memadai dan bertentangan dengan status quo yang berlaku.
“Memperingatkan agar Israel tidak melanjutkan penggalian lama dan baru di bawah Masjid Al-Aqsa, khususnya penggalian terowongan yang menghubungkan beberapa situs kolonial,” ujar Al-Rifai.
Menurutnya, penggalian tersebut bukan hanya membahayakan pondasi Masjid Al-Aqsa, tapi juga dapat merusak rumah-rumah bersejarah dan sekolah-sekolah kuno milik warga Palestina di sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa ada motif politik di balik aktivitas yang dilakukan tanpa metode ilmiah dan prosedur yang jelas.
Selain itu, Al-Rifai menyebut pasukan Israel juga telah melakukan pembongkaran terhadap beberapa bengkel dan pabrik yang memproduksi logam dan furnitur. Langkah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk membangun jalan baru, bundaran, dan jembatan yang menghubungkan persimpangan Anata dengan pos pemeriksaan Hizma.
“Otoritas Israel berupaya menyingkirkan semua bangunan milik Palestina di sepanjang rute tersebut dengan berbagai dalih seperti tidak memiliki izin maupun posisinya yang dekat dengan tembok pemisah Yerusalem,” tambahnya.
Sementara itu, ketegangan juga terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa ketika beberapa puluh pemukim Israel menyerbu kawasan tersebut dengan pengawalan ketat militer dan kepolisian pada Kamis (23/10). Kegiatan mereka dideskripsikan sebagai tur provokatif yang semakin memperkeruh situasi keamanan di lokasi yang penuh sejarah dan religius ini.
Pengetatan akses masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa dalam beberapa pekan terakhir oleh Israel menimbulkan kekhawatiran warga Palestina dan komunitas internasional akan potensi pelanggaran hak dan pelemahan status quo di wilayah Kota Tua Yerusalem yang penuh nilai spiritual ini.
Analisis ini memperlihatkan bahwa meskipun gencatan senjata sedang berlangsung, dinamika politik dan militer di wilayah tersebut masih sangat rumit dan memerlukan perhatian serta aksi yang adil demi melindungi warisan budaya dan nilai-nilai kemanusiaan.









