Bogor, Jawa Barat – Seorang pengamen berinisial A (33) diamankan oleh polisi di kawasan Puncak, Bogor, setelah membuat keributan karena marah ketika dilarang mengamen di dalam bus wisatawan.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (28/9) di depan sebuah restoran dan toko oleh-oleh di Jalan Raya Puncak. Saat itu, bus wisatawan berhenti sejenak, sebagian penumpang turun untuk berbelanja dan ke toilet, meninggalkan banyak barang di dalam bus.
Kapolsek Megamendung, AKP Yulita Heriyanti, menjelaskan bahwa pengamen A bermaksud mengamen di dalam bus, namun dilarang oleh para penumpang, terutama ibu-ibu, karena mereka khawatir dengan barang bawaan yang ditinggalkan.
"Ya pada dasarnya dia kan pengin ngamen ke bus itu, nah di situ kan rata-rata ibu-ibu kemudian dilarang (sama ibu-ibu), intinya gitu. Maksudnya jangan naik ke bus, karena sebagian (penumpang) ada yang belanja ke Cimory, sebagian ada yang ke toilet. Nah intinya dilarang seperti itu karena banyak tas gitu, takut ada kehilangan," jelas Yulita.
Merasa ditolak, pengamen tersebut kemudian marah dan mulai merekam penumpang di dalam bus dengan videonya. Tindakan tersebut membuat para ibu-ibu dalam bus merasa takut dan akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi.
"Dia bikin risih gitu, tapi dia tidak dengan kekerasan. Dia cuma bilang pelit lah, terus bilang berbagi dong, ibaratnya berbagi rezeki lah gitu, tapi dia sambil video-videoin. Nah ini yang buat resah ibu-ibu di bis itu, ya takut juga ibu-ibunya digituin kan," tambah Yulita.
Setelah mendapat laporan, polisi langsung ke lokasi dan membawa pengamen tersebut ke polsek untuk dibina. Pengamen A mengungkapkan penyesalan atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan yang sama.
"Kita lakukan pembinaan dengan membuat surat pernyataan," ujar Yulita.
Yulita juga mengimbau agar semua pihak dapat menjaga kondusifitas dan kenyamanan khususnya di kawasan wisata Puncak agar para wisatawan dapat menikmati liburan mereka dengan aman dan nyaman.
"Intinya kita ajak membuat nyaman wisatawan lah, jangan sampai seperti itu lagi. Kalau memang mau mencari rezeki ya baik-baik lah, jangan istilahnya dengan melakukan seperti itu, kan orang juga jadi enggak simpati," tutupnya.









