Orang Tua di Kubu Raya Soroti Menu Makan Bergizi Gratis Anak: Ada yang Pakai Burger dan Bau Tidak Sedap

Permalink 9 months ago 99

Foto: news.detik.com

Kubu Raya, Kalimantan Barat – Sejumlah orang tua murid di Kabupaten Kubu Raya menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada anak-anak mereka di sekolah. Beberapa orang tua merasa menu yang diberikan tidak memenuhi standar gizi dan bahkan menimbulkan keraguan akan kebersihan serta keamanan makanan tersebut.

Salah satu orang tua, Ijul, menceritakan bahwa anaknya sering membawa pulang makanan yang tidak dimakan di sekolah karena baunya tidak sedap dan kualitasnya meragukan. "Makanan yang tidak mau dimakan anak saya selalu dibungkus oleh gurunya dan dibawa pulang. Dari situ kami tahu kualitas dan jenis makanan yang diberikan. Kami takut anak-anak malah sakit. Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan malah jadi masalah baru," ujarnya.

Lebih lanjut, Ijul mempertanyakan apakah menu yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi anak sekolah. Ia merasa heran karena menu yang diberikan terkadang berupa burger, yang menurutnya kurang sesuai jika dibandingkan dengan lauk seperti nasi, sayur, dan sumber protein lain yang lazim dikonsumsi anak.

"Saya heran saja, ini kok makan bergizi tapi pakai burger? Bukankah seharusnya menu mengandung nasi, sayur, lauk berprotein yang jelas kandungan gizinya. Kalau seperti ini, apa betul sesuai standar gizi anak-anak?" tambahnya.

Orang tua lainnya, Uray, juga mengeluhkan kondisi yang sama. Ia mengatakan bahwa makanan yang diterima anaknya sering terlambat, basi, dan berbau tidak sedap. Hal ini membuat anak-anak terpaksa menahan lapar selama jam sekolah dan menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua.

"Saya kecewa dengan MBG yang diberikan, tidak sesuai harapan para orang tua. Makanan yang seharusnya bergizi untuk anak-anak justru malah jadi momok buat para orang tua. Karena lebih sering basi dan berbau tak sedap," kata Uray.

Uray berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kesegaran bahan makanan yang digunakan serta memastikan waktu pengantaran MBG sesuai dengan jadwal sekolah anak. Ia menegaskan pentingnya memastikan kualitas, kebersihan, dan proses pengolahan makanan agar anak-anak dapat menerima manfaat maksimal dari program tersebut.

Keluhan ini muncul di Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Rasau Jaya, menambah urgensi bagi pemerintah daerah untuk meninjau ulang pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis agar sesuai dengan harapan dan kebutuhan anak-anak di wilayah tersebut.

Program MBG sendiri bertujuan untuk mendukung pemenuhan gizi bagi pelajar, namun keberlangsungan dan kualitasnya menjadi kunci agar manfaat positif dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan masalah baru bagi kesehatan peserta didik.