Ketegangan AS-Venezuela Meningkat, Trump Ancam Tembak Jatuh Pesawat Venezuela

Permalink 9 months ago 78

Foto: news.detik.com

Jakarta – Hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menembak jatuh pesawat milik Venezuela yang mengancam kapal AS di wilayah Karibia. Ketegangan ini bermula dari tudingan Pentagon terhadap Venezuela atas upaya mencegat kapal-kapal AS di perairan Karibia, menyusul serangan mematikan Amerika terhadap kapal yang diduga membawa narkoba dari negeri tersebut.

Menanggapi ancaman tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan negaranya terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat, menegaskan bahwa perbedaan yang ada tidak boleh berujung pada konflik militer. "Tak satu pun dari perbedaan yang kita miliki dan yang pernah kita miliki dapat menyebabkan konflik militer," ujarnya, seperti dikutip dari AFP pada Sabtu (6/9/2025).

Maduro juga menegaskan bahwa Venezuela siap mengajak AS berbicara dengan syarat adanya rasa hormat dalam dialog tersebut. "Venezuela selalu bersedia berdialog, terlibat dalam dialog, tetapi kami menuntut rasa hormat," tambahnya dalam siaran yang disiarkan luas di radio dan televisi lokal Jumat malam.

Sementara itu, sebagai respons atas situasi yang makin tegang, AS telah mengerahkan sepuluh pesawat tempur canggih F-35 ke Puerto Rico untuk memperkuat operasi mereka di kawasan Karibia. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari kampanye keras pemerintahan Trump dalam melawan kartel narkoba, yang menurut Trump, dipimpin langsung oleh Maduro. Namun, tuduhan ini dibantah tegas oleh Presiden Venezuela yang menyatakan negaranya bebas dari produksi narkoba dan aktif memerangi perdagangan ilegal tersebut.

Lebih lanjut, Trump membuat pernyataan keras soal kemungkinan konfrontasi militer, dengan mengatakan, "Jika mereka menempatkan kita dalam posisi berbahaya, mereka akan ditembak jatuh." Hal ini merujuk pada insiden sebelumnya ketika pasukan AS menenggelamkan sebuah kapal yang diduga milik kelompok kriminal Tren de Aragua, yang berafiliasi dengan Venezuela, dalam operasi di Karibia pada 2 September lalu. Serangan tersebut menewaskan 11 orang.

Ketegangan antara dua negara ini menjadi sorotan dunia, dengan banyak pihak berharap situasi segera mereda melalui dialog dan penyelesaian damai demi menjaga stabilitas kawasan.