Indonesia dan Palestina Perkuat Diplomasi Budaya dan Solidaritas Kemanusiaan

Permalink 9 months ago 80

Foto: news.detik.com

Jakarta – Dalam upaya mempererat kerja sama budaya sekaligus menegaskan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Palestina, Imad Abdullah Saleem Hamdan, di sela-sela forum Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Denpasar, Bali.

Fadli Zon menyambut hangat kehadiran delegasi Palestina sebagai bentuk komitmen bersama menjadikan kebudayaan sebagai pilar utama dalam diplomasi, inovasi, serta pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, keikutsertaan Palestina di forum tersebut memperkuat persahabatan panjang antara kedua negara.

Lebih jauh, Fadli mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap penderitaan yang dialami rakyat Palestina akibat konflik yang berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi bukan sekadar tragedi kemanusiaan melainkan juga upaya sistematis untuk menghapus peradaban dan kebudayaan Palestina.

"Yang tengah berlangsung bukan sekadar genosida terhadap sebuah bangsa, tetapi juga genosida terhadap kebudayaan dan peradaban," tegas Fadli dalam pernyataan tertulis, Kamis (4/9/2025).

Pemerintah Indonesia menegaskan dukungan penuh bagi kemerdekaan Palestina dan bersedia memberikan kontribusi politik, diplomatik, serta kemanusiaan untuk menyelesaikan krisis di Gaza.

Dalam pertemuan ini juga dilakukan penandatanganan Letter of Intent on Culture yang menjadi tonggak bagi pengembangan proyek budaya bersama. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Palestina akan saling bertukar pengetahuan mengenai pelestarian warisan budaya serta melaksanakan beragam kegiatan seperti pameran, lokakarya, pelatihan, festival budaya, serta program pertukaran untuk seniman, pembuat film, penulis, maupun pelaku kuliner.

Fadli Zon menekankan, "Diplomasi kebudayaan adalah sarana efektif untuk memperkuat rasa saling pengertian, solidaritas, dan penghormatan antarbangsa." Ia juga menyoroti kehancuran infrastruktur dan ruang budaya di Palestina sebagai upaya sistematis untuk melemahkan identitas bangsa tersebut. Karena itu, kerja sama budaya dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga memori dan kontribusi Palestina dalam sejarah dunia.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Palestina, Imad Hamdan, menyampaikan apresiasi atas posisi konsisten Indonesia dan menggambarkan kondisi Gaza sebagai "genosida budaya" yang mengancam identitas dan narasi bangsa Palestina.

"Mereka berusaha menghapus budaya kami, tetapi identitas kami tidak bisa dihilangkan. Dukungan Indonesia sangat penting dalam menjaga eksistensi budaya Palestina," ujar Imad Hamdan.

Berbagai ide konkret juga dibahas, seperti penyelenggaraan forum internasional tentang genosida budaya di Gaza, promosi produk budaya Palestina di Indonesia, program residensi seniman, pameran seni, pemutaran film, hingga penerjemahan karya sastra Palestina agar suara mereka terdengar luas di dunia.

Menutup pertemuan, Imad mengapresiasi kehadiran Presiden RI, Prabowo Subianto, yang akan membawa isu Palestina dalam forum Majelis Umum PBB di New York mendatang, serta berharap langkah nyata dari kerja sama ini segera direalisasikan.

Delegasi Indonesia dalam kesempatan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyithoh Annisa Ramadhani Alkitri; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; dan Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori. Sedangkan delegasi Palestina dimeriahkan oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair S.M. Alshun, dan Direktur Jenderal Kebudayaan, Tamara A.A. Malki.