Bangkai Helikopter yang Hilang Kontak di Kalsel Ditemukan

Permalink 9 months ago 89

Foto: news.detik.com

Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan – Pencarian helikopter tipe BK117-D3 milik operator Eastindo yang hilang kontak pada Senin (1/9/2025) di kawasan Tanah Bumbu akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR berhasil menemukan bangkai helikopter tersebut di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mantewe.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Bramantyo, mengungkapkan bahwa bangkai helikopter ditemukan oleh Tim SRU Darat Alpha yang dipimpin Koordinator Pos SAR Kotabaru, Adi Maulana, pada titik koordinat 03° 5’6” S - 115° 37’39.07” E. Lokasi tersebut berada sekitar 700 meter dari posisi yang sebelumnya diperkirakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Tim SRU Darat Alpha Team berhasil menemukan reruntuhan badan helikopter di koordinat tersebut,” jelas Bramantyo. Ia juga menyampaikan bahwa korban pertama dari kecelakaan tersebut sudah ditemukan.

Kronologi Hilangnya Kontak

Helikopter BK117-D3 itu dilaporkan menghilang dari radar ketika sedang melintas di ketinggian 3.000 kaki dalam perjalanan dari Bandara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru, menuju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Hilang kontak terjadi pukul 08.54 Wita, dan sejak saat itu helikopter tidak dapat dihubungi oleh AirNav dari beberapa wilayah, yaitu Kotabaru, Banjarmasin, Balikpapan, hingga Palangka Raya.

Laporan pertama hilangnya helikopter itu diterima pada pukul 12.02 Wita dari manajer keamanan AirNav, menurut keterangan yang disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banjarmasin, Putu.

Penumpang Helikopter

Helikopter yang membawa delapan orang tersebut terdiri dari pilot, teknisi, dan penumpang lainnya, yaitu:

  • Capt. Haryanto (pilot)
  • Eng. Hendra (teknisi)
  • Mark Werren
  • Yudi Febrian
  • Andys Rissa Pasulu
  • Santha Kumar
  • Claudine Quito
  • Iboy Irfan Rosa

Setelah hilang kontak, operasi pencarian langsung diterjunkan ke daerah yang terakhir diketahui posisi helikopter, yaitu sekitar Air Terjun Mandin Damar. Upaya yang dilakukan melibatkan berbagai tim SAR dan aparat terkait dengan dukungan koordinasi dari Basarnas.