Anutin Charnvirakul Resmi Jadi Perdana Menteri Thailand, Memulai Era Politik Baru

Permalink 9 months ago 74

Foto: news.detik.com

Jakarta – Anutin Charnvirakul, politikus konservatif berusia 58 tahun, secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Thailand setelah mendapat persetujuan dari Raja Maha Vajiralongkorn pada Minggu (01/09). Pengangkatan ini menandai pergeseran besar dari dinasti politik lama dan membuka jalan untuk pemilu awal yang direncanakan pada tahun depan.

Pengangkatan Anutin terjadi setelah Paetongtarn Shinawatra dari Partai Pheu Thai diberhentikan pekan lalu karena pelanggaran etika yang melibatkan percakapan telepon kontroversial dengan Presiden Senat Kamboja, Hun Sen. Percakapan tersebut terjadi sebelum konflik bersenjata selama lima hari antara Thailand dan Kamboja pada Juli, yang meningkatkan ketegangan di kawasan.

Sebelum menjadi perdana menteri, Anutin pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri dan menteri dalam negeri dalam kabinet Paetongtarn. Namun, ia menarik diri dan keluarkan partainya dari koalisi pemerintah setelah kasus kebocoran pembicaraan itu memicu kemarahan publik.

Jejak Karier dan Kontroversi

Anutin berasal dari keluarga yang berakar di bidang politik dan bisnis. Ia menempuh pendidikan teknik di Amerika Serikat setelah menamatkan sekolah di Bangkok. Awalnya bergabung dengan perusahaan konstruksi keluarga, Sino-Thai, ia kemudian memilih jalur politik dengan menjadi wakil menteri kesehatan di era pemerintahan Thaksin Shinawatra pada 2004.

Keterlibatannya sempat terhenti karena pembubaran Partai Thai Rak Thai pada 2007 dan larangan politik selama lima tahun. Pada 2012, Anutin kembali aktif sebagai ketua Partai Bhumjaithai dan berhasil memperkuat basis politiknya melalui hubungan dengan elit konservatif dan kalangan monarki.

Kariernya tidak lepas dari kontroversi, mulai dari kebijakan legalisasi ganja tahun 2022 yang menuai beragam respons masyarakat, hingga kritik atas penanganan pandemi COVID-19 yang dianggap kurang sigap. Selain itu, ia juga terkait dengan isu dugaan kecurangan pemilihan Senat dan sengketa lahan di properti milik keluarga Newin Chidchob.

Pengangkatan dan Prioritas Pemerintahan

Pengangkatan Anutin berlangsung dalam sebuah upacara resmi di kantor pusat Partai Bhumjaithai, Bangkok, dengan kehadiran anggota senior partai dan calon koalisi pemerintahan. Mengenakan seragam putih sipil khas upacara kenegaraan, Anutin membacakan sumpah jabatannya dengan tegas:

"Saya bersumpah akan menjalankan tugas sebaik mungkin, dengan kejujuran dan kebajikan."

Dalam konferensi pers pasca-pengangkatan, ia menegaskan fokus pemerintahannya pada pemulihan ekonomi, penyelesaian konflik perbatasan dengan Kamboja, penanggulangan bencana alam, dan pemberantasan kejahatan. Anutin juga berkomitmen menepati janji kampanye untuk menulis ulang konstitusi dan menggelar pemilu awal.

"Saya ingin mengembalikan kekuasaan kepada rakyat agar mereka dapat menentukan masa depan negara ini," ujarnya.

Dengan pengangkatan ini, Thailand sedang memasuki babak baru dalam lanskap politiknya, dengan harapan reformasi dan kestabilan yang lebih kuat di masa depan.