Pemerintah Spanyol tengah mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) baru yang akan melarang aktivitas merokok dan vaping di berbagai area ruang terbuka publik. Kebijakan ini diharapkan membawa perubahan signifikan, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang selama ini menikmati kebebasan merokok di tempat umum seperti teras kafe, pantai, dan stadion.
Menurut Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, keputusan ini merupakan upaya untuk mengutamakan kesehatan masyarakat: "Kami akan selalu mengutamakan kesehatan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Setiap orang berhak menghirup udara bersih, hidup lebih lama, dan lebih baik."
RUU tersebut mengatur bahwa merokok dan penggunaan produk nikotin seperti rokok elektrik, pipa shisha, produk herbal, serta berbagai alat pemanas tembakau lainnya akan dilarang secara menyeluruh di ruang terbuka. Area publik yang terdampak meliputi stadion olahraga, pantai, teras restoran dan bar, halte bus, serta fasilitas pendidikan dan taman bermain anak.
Peraturan ini merupakan kebijakan lanjutan setelah larangan merokok di dalam ruangan yang sudah diterapkan sejak 2011. Di tengah antisipasi diberlakukannya aturan baru tersebut, tak sedikit pelaku usaha, terutama pemilik restoran dan bar, mengungkapkan kekhawatiran atas dampak pada budaya bersantap di luar ruangan yang selama ini erat kaitannya dengan kebiasaan merokok pelanggan.
Khususnya bagi wisatawan, kebijakan ini akan mengubah pengalaman menikmati liburan di Spanyol, mengingat sejumlah destinasi populer seperti pantai dan teras kafe selama ini menjadi tempat favorit yang sekaligus dikelilingi oleh para perokok.
Selain itu, RUU ini juga menetapkan pengawasan lebih ketat terhadap pemasaran dan distribusi produk vaping agar pembatasan terhadap produk tembakau dan nikotin lebih efektif. Namun, meskipun telah disetujui oleh pemerintah, RUU ini masih harus melalui proses pengesahan parlemen dan kemungkinan revisi sebelum resmi menjadi undang-undang.
Langkah Spanyol mencerminkan tren pengendalian tembakau yang juga sedang berlangsung di Eropa. Sebelumnya, pada Juli 2025, Prancis telah menetapkan pelarangan merokok di tempat terbuka dengan berbagai pengecualian, termasuk kafe dan bar, serta produk rokok elektrik masih belum sepenuhnya dibatasi.
Menurut data departemen kesehatan Spanyol, dampak konsumsi tembakau sangat serius dengan sekitar 50 ribu kematian setiap tahunnya — atau sekitar 137 kematian per hari — yang terkait langsung dengan tembakau. Oleh sebab itu, negara itu juga mengusulkan kebijakan kemasan polos untuk semua produk tembakau sebagai langkah pengendalian lebih lanjut.
Dengan adanya RUU ini, Spanyol mengambil langkah tegas dalam mengurangi konsumsi tembakau guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan publik yang lebih bersih dan sehat.









