Jakarta, Naralapor – Sebuah restoran hot pot di Beijing memicu pro dan kontra setelah meluncurkan promosi diskon yang didasarkan pada ukuran payudara para pelanggannya. Promosi ini dengan tegas menyatakan bahwa semakin besar ukuran payudara pelanggan wanita, semakin besar pula potongan harga yang mereka dapatkan.
Dalam poster promosi yang beredar luas, restoran tersebut menggambarkan payudara animasi dalam beberapa ukuran cup, mulai dari Cup A hingga Cup G. Diskon yang diberikan mulai dari potongan 10 persen untuk ukuran Cup A (sekitar 10 cm), hingga gratis bagi pelanggan dengan ukuran Cup G (sekitar 25 cm). Slogan dalam poster tersebut termasuk "diskon khusus untuk payudara besar" yang segera memancing banyak kritik tajam.
Setelah meroketnya kecaman dan perhatian dari Biro Pengawasan Pasar setempat, pihak restoran akhirnya mencopot poster promosi kontroversial tersebut. Momen ini menandai kembali sorotan terhadap praktik promosi yang dianggap melecehkan dan vulgar, yang memang sudah sempat berlangsung di beberapa restoran di China sebelumnya.
Sejarah Promosi Serupa
Pada tahun 2017, restoran Trendy Shrimp di kota Hangzhou pernah melakukan promosi serupa yang juga menimbulkan gelombang kritik. Promosi berisi iklan dengan kartun perempuan berbusana dalam pakaian dalam dan memakai slogan "Seluruh kota mencari PAYUDARA" itu memperbolehkan diskon lebih besar bagi perempuan dengan ukuran payudara besar.
Seorang warga yang mengajukan pengaduan menyebut iklan tersebut vulgar dan diskriminatif terhadap perempuan. Walaupun poster tersebut akhirnya dihapus, manajer restoran saat itu, Lan Shenggang, membela kebijakan tersebut dengan mengatakan:
"Setelah promosi dimulai, jumlah pelanggan meningkat sekitar 20 persen. Beberapa perempuan yang kami temui sangat bangga. Mereka tidak menyembunyikan apapun."
Lan juga menyampaikan bahwa diskon bisa diklaim lewat pelayan wanita agar pelanggan perempuan tidak merasa malu berhadapan langsung dengan staf pria.
Kontroversi Lebih Luas di Dunia Kuliner China
Selain promosi berdasarkan ukuran payudara dan penampilan fisik, beberapa restoran lain di China juga pernah membuat keputusan kontroversial. Pada 2015, satu restoran di Henan memberikan diskon bagi pengunjung yang dianggap "tampan," sementara restoran lain di Chongqing menawarkan potongan harga khusus bagi pria gemuk dan wanita kurus.
Tidak hanya soal promosi, aspek lain dari pengalaman bersantap di beberapa restoran juga menjadi bahan perdebatan. Contohnya, restoran di Taiyuan yang menawarkan pengalaman makan sambil memeluk hewan eksotis seperti anak singa dan llama menuai kritik keras terkait kesejahteraan hewan dan etika.
Banyak netizen di media sosial menyerukan agar pemerintah mengambil tindakan tegas untuk mengawasi dan mengatur praktik-praktik yang dianggap melanggar norma dan etika tersebut, demi melindungi kepentingan konsumen dan makhluk hidup yang terlibat.









