Museum Nasional Kembali Dibuka, Tiket Masuk Hanya Dijual Langsung di Loket

Permalink 9 months ago 72

Foto: www.liputan6.com

Jakarta, Naralapor - Setelah sempat tutup sementara karena gelombang demo yang melanda ibu kota, Museum Nasional Indonesia (MNI) akhirnya mulai membuka kembali kunjungan mulai tanggal 4 September 2025. Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan resmi di Instagram museum tersebut pada Rabu, 3 September 2025.

Meski kini sudah bisa dikunjungi, Museum Nasional menerapkan kebijakan sementara yakni tiket masuk hanya bisa dibeli secara langsung di loket, tidak tersedia pembelian online sementara waktu. Hal ini diumumkan dengan kalimat singkat "Sampai bertemu!" yang menandakan kesiapan museum menerima pengunjung kembali.

Penutupan Museum Nasional sebelumnya diumumkan pada 31 Agustus 2025 tanpa batas waktu, menyusul situasi demonstrasi yang sempat memanas di Jakarta. Pengunjung yang sudah memiliki tiket diimbau untuk menghubungi admin humas museum via WhatsApp untuk informasi reschedule atau refund tiket.

Kota Jakarta Mulai Kondusif

Dalam laporan kanal News Naralapor, Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan seluruh moda transportasi umum di DKI Jakarta sudah kembali beroperasi secara normal. Moda seperti Transjakarta, MRT, LRT, Mikrotrans, dan Jaklingko sudah melayani penumpang seperti biasa, sehingga kebijakan kerja dari rumah (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara juga resmi dicabut.

Meski situasi telah membaik, kerusakan fasilitas umum akibat kerusuhan demo tetap berimbas, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 80 miliar. Pemprov DKI pun telah meminta bantuan Kementerian Pekerjaan Umum untuk perbaikan fasilitas tersebut.

Keprihatinan atas Tragedi Museum Tetangga

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan menyampaikan penyesalan atas kerusakan dan pencurian yang terjadi di Museum Bagawanta Bhari, Kediri, Jawa Timur, pada 30 Agustus 2025. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa museum merupakan simbol memori kolektif dan segala bentuk vandalisme adalah kerugian bangsa yang besar.

Beberapa koleksi penting yang hilang antara lain Kepala Ganesha, kain batik wastra, dan buku-buku lama. Fadli Zon mengimbau pihak yang membawa koleksi tersebut agar dapat mengembalikannya.

"Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola museum untuk memastikan keamanan dan perlindungan koleksi," ujar Fadli dalam rilis resmi.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi pentingnya menjaga tempat-tempat bersejarah agar tidak menjadi korban aksi anarkis di masa mendatang.

Dengan dibukanya kembali Museum Nasional, masyarakat dapat kembali menikmati warisan budaya bangsa dengan tetap mengikuti kebijakan dan prosedur yang ada demi keamanan bersama.