Kemenpar Paparkan 5 Program Unggulan untuk Perkuat Pariwisata Indonesia di 2026

Permalink 9 months ago 80

Foto: www.liputan6.com

Jakarta, Naralapor – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menyusun strategi untuk mendongkrak pariwisata Indonesia dengan fokus pada lima program unggulan yang dipaparkan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (3/9/2025).

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, kelima program ini merupakan langkah konkret memperkuat sektor pariwisata yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Kelima program tersebut di antaranya:

  • Destinasi wisata bersih sebagai bagian dari Gerakan Wisata Bersih (GWB),
  • Sinergi peningkatan keselamatan wisata, khususnya pada wisata ekstrem,
  • Pariwisata naik kelas lewat pengembangan gastronomi, wellness tourism, dan wisata bahari,
  • Event by Indonesia – platform digital untuk berbagai event seni, budaya, kuliner, hingga olahraga,
  • Pengembangan desa wisata sebagai basis penggerak ekonomi lokal.

Menurut Menpar Widi, semua program tersebut bertujuan menciptakan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus membantu pengentasan kemiskinan. "Sektor pariwisata saat ini telah memberikan kontribusi signifikan pada perekonomian, termasuk menyerap 3,9 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal pertama tahun 2025," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai devisa dari sektor pariwisata sudah mencapai USD 3,74 miliar hingga triwulan I/2025, menegaskan pentingnya prioritas penguatan sektor ini dalam pembangunan nasional.

Program "Event by Indonesia" yang baru diluncurkan Agustus 2025 menjadi bagian inovatif dari agenda Kemenpar, mengemas berbagai acara mulai dari musik, kuliner, seni, hingga karnaval melalui kanal digital di Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menjaring lebih banyak wisatawan dan pegiat budaya.

Dukungan DPR dan Penguatan SDM Pariwisata

Dalam rapat itu, Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay memberikan dukungan penuh kepada program Kemenpar dan menggarisbawahi pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata. Ia mengusulkan pendirian Politeknik Pariwisata di sejumlah daerah strategis seperti Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Papua Barat Daya untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja pariwisata.

Dalam konteks pertumbuhan jumlah wisatawan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2025 kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,48 juta orang, naik 4,62 persen secara bulanan dan 13,01 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kunjungan kumulatif Januari-Juli 2025 berhasil menembus angka 8,53 juta, menunjukkan tren positif yang mendukung optimisme sektor ini.

Wisatawan dari Malaysia, Australia, dan Tiongkok mendominasi pangsa pasar, meskipun terdapat dinamika yang terus dipantau untuk memastikan stabilitas dan peningkatan kunjungan.

Memperkuat Sinergi Pariwisata

Menpar Widi menyatakan harapannya agar kolaborasi antara pemerintah, DPR, dan masyarakat tetap terjaga demi mempercepat pemulihan dan pengembangan pariwisata. "Kami ingin sinergi yang kuat menjadi sinyal positif dan bukti bahwa kita terbuka pada pemikiran dan partisipasi setiap pihak untuk membangun ekonomi dan pariwisata," tuturnya.

Berangkat dari data dan strategi ini, diharapkan pariwisata Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan global, tetapi juga tumbuh dan memberikan manfaat luas bagi rakyat Indonesia pada 2026 mendatang.