Kalau Anda sedang jalan-jalan di Korea Selatan, Anda pasti akan sering melihat banyak orang mengenakan kaus polos bernama R.O.K.A. Mulai dari remaja yang pergi les, anak muda nongkrong di Hongdae, sampai kakek nenek yang sedang hiking, semuanya memakai kaus ini.
Padahal, kaus ini awalnya bukan pakaian sehari-hari biasa, melainkan bagian dari seragam tentara. R.O.K.A adalah singkatan dari Republic of Korea Army, dengan tulisan ini tercetak di dada kaus. Di bagian belakang tertulis “Korea Army” dengan huruf besar, dan di lengan terdapat logo bendera.
Dari Pakaian Fungsional Jadi Tren Fashion
Tidak heran jika tren kaus ini mulai meledak, karena awalnya kaus tersebut memang dipakai tentara muda selama wajib militer. Para tentara bahkan menjulukinya sebagai "pakaian ternyaman" selama dinas karena bahannya menyerap keringat dan nyaman dipakai sepanjang hari. Selain itu, harganya juga terjangkau sekitar 10.000 won.
Yu Soo Min, seorang mantan tentara yang masih memakai kaus ini hingga hampir delapan tahun setelah selesai wamil, mengatakan, "Orang-orang memakainya sepanjang waktu di ketentaraan, jadi setelah keluar, beberapa dari kami tetap memakainya. Lagipula, harganya murah dan warnanya hitam cocok untuk apa saja."
Sejak 2015, penjualan kaus ini makin luas dengan hadirnya Now Corp dan beberapa perusahaan lain yang mulai menjual versi serupa di toko-toko militer dengan harga terjangkau.
Pengaruh Selebriti dan Budaya Pop
Selain karena kenyamanan, tren ini juga dipengaruhi oleh para selebriti Korea Selatan. Grup K-pop terkenal seperti BTS, yang baru-baru ini para anggotanya menyelesaikan wajib militer, beberapa kali terlihat mengenakan kaus R.O.K.A. Fandom BTS yang bernama ARMY juga menjadi alasan kuat di balik populernya kaus ini.
Selain BTS, artis-artis seperti Key (SHINee), Hoshi dan Mingyu (Seventeen), serta rapper Beenzino juga pernah memakai atau memberikan kaus ini sebagai hadiah untuk kekasih mereka. Hal ini memperluas jangkauan tren ini ke berbagai kalangan penggemar.
Tawaran Unik Tanpa Tersangkut Hak Cipta
Sebuah pihak dari industri mode berpendapat bahwa desain kaus ini tidak memiliki perlindungan hak cipta, sehingga perusahaan-perusahaan bisa membuat produk serupa yang memperluas penyebaran tren tersebut. Mereka juga melihat tren ini sebagai sesuatu yang autentik dan unik, sangat disukai oleh generasi muda yang mencari nilai lebih dari sekedar merek terkenal.
Namun, ada juga yang berpandangan berbeda, seperti seorang tentara anonim yang mengungkapkan kebingungan dengan tren ini, "Mengenakan kaus R.O.K.A. tak membuatmu terlihat seperti tentara. Saya tidak mengerti mengapa warga sipil memakainya."
Apapun pendapatnya, tren kaus R.O.K.A telah berubah dari pakaian dinas militer menjadi simbol gaya yang digemari berbagai kalangan di Korea Selatan, menunjukkan bagaimana budaya militer bisa berbaur ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.









