Naralapor, Jakarta - Keberadaan turis-turis asal Israel di Thailand Selatan memicu keresahan di kalangan warga lokal, terutama di wilayah Provinsi Surat Thani. Ketegangan ini membuat Gubernur Surat Thani, Teeruth Supawiboonpol, melangsungkan pertemuan dengan berbagai pihak terkait agar dapat mengendalikan situasi dan mencegah konflik yang lebih serius.
Sikap warga setempat semakin waspada setelah berbagai laporan mengemuka mengenai turis Israel yang tidak hanya bertingkah kurang sopan, tetapi juga diduga membuka usaha wisata secara ilegal. Misalnya, sejumlah turis Israel dilaporkan menguasai tanah melalui perantara lokal dan mendirikan restoran, vila, serta layanan tur yang menyasar turis dengan tujuan serupa.
Insiden mencolok juga sempat terjadi di Pai, Mae Hong Son, Februari 2025 lalu. Dalam kasus tersebut, empat warga Israel kedapatan membobol ruang gawat darurat sebuah rumah sakit. Mereka dikenai denda, visa dicabut, dan akhirnya dideportasi. Insiden lain menimpa dua warga Israel yang ditangkap karena bernyanyi tanpa izin di sebuah restoran lokal.
Merespons hal ini, Narumol Maisopha, Ketua Asosiasi Hotel dan Pariwisata Koh Pha Ngan, mengungkap bahwa perilaku sebagian turis ini berdampak negatif pada citra pariwisata setempat. "Kami telah mulai memisahkan pihak yang berkonflik untuk mempertahankan pengalaman pariwisata berkualitas tinggi," ujarnya.
Gubernur Teeruth pun menegaskan perlunya tindakan cepat dan koordinasi antarinstansi dalam menegakkan hukum. Proses penyelidikan tengah berjalan terkait dugaan perolehan tanah ilegal, aktivitas bisnis yang tidak berizin, serta pelanggaran aturan visa. Petugas imigrasi dan ketenagakerjaan juga dilibatkan untuk mengkaji status kewarganegaraan dan izin tinggal para turis tersebut.
Data imigrasi mencatat sekitar 4.030 warga Israel tinggal di Provinsi Surat Thani, dengan mayoritas berada di Koh Pha Ngan dan Koh Samui. Dari jumlah ini, hampir seribu merupakan penduduk tetap, sebagian aktif mengelola bisnis seperti vila, kafe, agen tur wisata, dan pusat komunitas keagamaan Chabad.
Namun, pertumbuhan jumlah turis Israel secara signifikan menimbulkan tantangan pengelolaan pariwisata yang belum sepenuhnya mampu ditangani pemerintah daerah. Narumol memperingatkan agar pemerintah provinsi dan nasional segera mengambil langkah sebelum situasi memburuk.
Terakhir, rumor mengenai sebuah kota di utara Thailand menjadi 'tanah yang dijanjikan' untuk warga Israel telah dibantah langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, yang menegaskan tidak ada fakta yang mendukung klaim itu. Penyelidikan juga diperketat di wilayah Pai untuk menindak segala bentuk pelanggaran yang meresahkan masyarakat lokal.
Pemerintah dan aparat terkait terus memantau situasi agar keamanan dan keharmonisan di daerah pariwisata tetap terjaga, sekaligus memastikan wisatawan asing dapat berkunjung tanpa menimbulkan gangguan bagi warga Thailand.









