Jakarta - Anna Wintour, ikon dunia mode yang telah menjadi wajah Vogue selama puluhan tahun, pernah mengalami masa sulit dalam kariernya. Di awal perjalanan sebagai junior fashion editor di majalah Harper’s Bazaar pada 1975, ia sempat dipecat karena dianggap tak paham pasar Amerika.
Namun pengalaman pahit ini justru ia nilai sebagai berkah terselubung. "Menurutku semua orang sebaiknya pernah dipecat sekali," ujar Wintour dalam wawancara yang diwartakan People. Ia menambahkan, "Itu membantu kita menyeimbangkan semuanya." Pengalaman tersebut mengajarkannya untuk bangkit dan mengasah kemampuan multitasking yang akhirnya membawanya ke New York Magazine pada 1981.
Dalam perjalanannya, kemampuan tersebut menarik perhatian Condé Nast hingga akhirnya ia mendapat posisi di Vogue Amerika. Ia mengingat masa-masa sulit itu sebagai titik balik yang membuka pintu kesuksesan yang lebih besar.
Bukan Sekadar Cerita Lama
Pengalaman dipecat bukan sekali ini saja diceritakan Anna Wintour. Sebelumnya, dalam acara Women in Journalism 1997, ia mengungkap bahwa pemecatannya oleh Tony Mazzola, pemimpin redaksi Harper's Bazaar kala itu, disebabkan karena dianggap "terlalu Eropa" dan keras kepala.
"Kurasa maksudnya adalah aku keras kepala, tidak mau menerima arahan, dan mengabaikan kebutuhan editor saya mengenai pengakuan," ujar Wintour. Ia menambahkan, "Di matanya, saya tidak komersial maupun profesional." Namun, kini Anna melihat kejadian itu sebagai pelajaran berharga dalam perjalanan kariernya.
Pensiun dari Vogue, Serahkan Tongkat Estafet ke Generasi Baru
Terbaru, Anna Wintour mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin redaksi Vogue Amerika setelah 37 tahun menjabat. Keputusan ini diambil demi memberi ruang bagi regenerasi dan generasi penerus dengan ide-ide segar.
"Ketika saya menjadi editor Vogue, saya ingin membuktikan bahwa ada cara baru untuk membayangkan majalah mode Amerika," kata Wintour. "Sekarang, kebahagiaan terbesarku adalah membantu generasi editor yang bersemangat untuk terjun ke dunia jurnalistik dengan ide-ide mereka sendiri."
Penggantinya adalah Chloe Malle, editor Vogue.com yang telah berkarier selama 14 tahun di publikasi tersebut. Dengan pengalaman luas dan latar belakang unik, Malle dinilai mampu membawa Vogue ke era baru yang lebih segar dan relevan.
Perjalanan Chloe Malle
Putri dari aktris Candice Bergen ini pernah meliput berita real estat untuk New York Observer dan memulai karier di Vogue sebagai editor sosial pada usia 25 tahun. Walaupun awalnya ragu terkait minatnya di dunia mode, Malle kini dianggap sebagai penerus yang tepat untuk Vogue AS.
Anna Wintour pun mengaku sangat senang bisa terus membimbing Malle sebagai mentor sambil melihatnya memimpin dan mengarahkannya ke jalur yang belum pernah dijalani sebelumnya.
Pengalaman Anna Wintour, dari dipecat hingga akhirnya sukses, memberikan pesan kuat bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan batu loncatan dalam dunia profesional. Pengunduran dirinya pun menandai babak baru bagi Vogue dan dunia mode Amerika.









